Filed under: sheera
I love read… And also love to collect books. I’ve always think that in the future, my home should have a library room. Yeah, with really comfortable seats where i can read all day long. Whatever, for now… i’ve just added some books to my collections. Yeah, kinda semiliterature things. And i love them, they have been in my wish list books lately, but now i had them for real. Yay… Plan for my next holiday, i’ve must been read all of those books. Can’t hardly wait to go back to my fantasize world, where everything possibly happen.
Oh, by the way… here’s the list plus book’s review i’ve just bought. Maybe you’ll love them too. So we can chat about it later (‘the book club’ or ‘the bookworm’, such a nerdy thing. But i am proud to be one of them. Books never brings you into stupidity.)
1. Abarat, by Clive Barker
Peristiwanya berawal di tempat paling membosankan di dunia: Chickentown, U.S.A. Kota yang lebih banyak dihuni ayam daripada manusia. Di sinilah Candy Quackenbush tinggal. Dan ia bertanya-tanya, seperti apakah masa depannya nanti.
Jawabannya datang secara tak terduga. Pertemuan mendadak dengan John Mischief (dia punya 7 saudara yang tinggal di tanduk-tanduk di kepalanya), dan kemunculan Laut Izabella entah dari mana, membawa Candy ke sebuah dunia lain.
Dunia bernama ABARAT : sebuah kepulauan luas yang tiap pulaunya memiliki jam berbeda. Antara lain Pulau Yebba Dim Day yang jamnya selalu Jam delapan malam, Pulau Jam Tiga Siang yang hangat, tempat naga-naga berkeliaran, sampai Pulau Gorgossium, alias pulau tengah malam yang dihuni oleh Cristopher Carrion, Pangeran Tengah Malam yang suka meneror orang dengan mimpi-mimpi buruk.
2. The Virgin Blue, by Tracy Chevalier
Kisah dua perempuan yang dilahirkan terpisah jarak ratusan tahun, namun saling terikat karena biru Sang Perawan.
Ella Turner mendapati dirinya sulit sekali beradaptasi dengan komunitas kota Prancis kecil, tempat tinggal barunya. Meski telah mengubah nama kembali menjadi Tournier dan berusaha keras memoles bahasa Prancis-nya, dia masih merasa terisolasi dan kesepian. Dalam keputusasaan, dia terdorong untuk menyelidiki leluhur Tournier-nya dan menemukan rahasia-rahasia yang memilukan.
Isabelle du Moulin, yang dikenal sebagai La Rousse karena rambut merahnya, tersiksa, dan diasingkan oleh penduduk desa. Dia dituduh mempraktikkan ilmu tenung dan dikucilkan karena ikatan batinnya dengan Sang Perawan. Ketika hamil, Isabelle terpaksa menikah dengan Etienne dari keluarga Tournier yang terpandang, meski tanpa cinta. Prasangka buruk tak pernah lepas darinya dan nasib yang mengejutkan menantinya -seperti yang akan ditemukan Ella Turner empat ratus tahun kemudian.
3. Rispondimi, by Susanna Tamaro
In these three novellas, contemporary Italians must deal with love and loss: a troubled teenager can’t come to terms with her parents’ death; a middle-aged widow looks back on the joys and sufferings of her marriage; and a man in torment tries to justify himself to his estranged daughter.
Orang yang mencintai menanggung resiko lebih besar, dan sering harus membayar harga yang lebih tinggi… Alih-alih membuka hati, cinta lebih sering menutupnya. Mengapa? Mungkin karena kita khawatir, orang lain akan merampas cinta itu dari kita dan merenguknya sampai habis> Tapi tahukah kau cinta itu bagai udara, tak terbatas…
Buku ini mengisahkan tiga cerita dengan dilema serupa: Sanggupkah kita mencintai dan menerima cinta dari orang lain? Sanggupkan kita eksis di dunia yang didominasi oleh keserakahan dan rasa iri ini? Buku ini bercerita tentang sifat-sifat jahat, perjuangan untuk hidup tanpa rasa takut, serta pencarian cinta.
4. Interpreter of Maladies, by Jhumpa Lahiri (pemenang Pulitzer Prize)
Dalam kumpulan cerpen ini, secara cerdas dan lugas Jhumpa Lahiri menggambarkan berbagai detail kehidupan orang India, sekaligus secara universal membahas tema-tema tentang perasaan kesepian dan terasing.
Sembilan cerita dalam kumpulan ini disampaikan secara sederhana, namun sangat menggugah.
Dalam Masalah Sementara, ada pasangan muda yang akhirnya berhasil membuka diri pada satu sama lain gara-gara rumah mereka mati lampu.
Dalam Seksi, ada wanita bernama Miranda yang jatuh cinta pada pria India yang sudah beristri.
Benua Ketiga dan Terakhir, mengisahkan persahabatan antara pria imigran India dengan wanita Amerika berumur lebih dari 100 tahun, pemilik rumah tempat ia menyewa kamar.
Juga ada kisah yang sangat menyentuh tentang Mr. Kapasi, sopir mobil sewaan yang sederhana dan bijaksana, dalam Penerjemah Luka, yang dijadikan judul utama kumpulan cerpen ini.
5. The Alchemist, by Paulo Coelho
“Mengapa kita harus mendengarkan suara hati kita?” tanya si ana, ketika mereka mendirikan tenda pada hari itu. “Sebab, di mana hatimu berada, di situlah hartamu berada.”
Demikian selintas percakapan anatara Sang Alkemis dan Santiago, anak gembala yang mengikuti suara hatinya dan berkelana mengejar mimpinya. Perjalanan tersebut membawanya ke Tangier serta padang gurun Mesir, dan di sanalah ia bertemu sang Alkemis yang menuntunnya menuju harta karunnya, serta mengajarinya tentang Jiwa Dunia, cinta, kesabaran, dan kegigihan. Perjalanan itu pulalah yang membawanya menemukan cinta sejatinya : Fatima, gadis gurun yang setia menanti kepulangannya.
The Alchemist, telah menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia. Kisah sederhana yang indah dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.
6. Problem at Pollensa Bay and Other Stories, by Agatha Christie
Dalam kumpulan cerita pendek ini, tokoh-tokoh ciptaan Ahatha Christie yang termasyhur muncul, termasuk si eksentrik Hercule Poirot, Parker Pyne, dll.
7. there’s also another books, but i just list the books categorized in ‘interesting books’
Oh… and there’s also two books i’ve been bought before this, also categorized in ‘interesting books’. Did i ever mention this?
1. ‘Va Dove Ti Porta Il Cuore, by Susanna Tamaro
And later on, when so many roads open up before you,
you don’t know which to take,
don’t pick one at random; sit down and wait.
Breathe deeply, trustingly,
the way you breathed on the day when you came into the world,
don’t let anything distract you, wait and wait some more.
Stay still, be quiet, and listen to your heart.
Then, when it speaks, get up and go where it takes you.
Ada yang tidak berubah dalam kehidupan seorang perempuan sejak dulu. Penghayatan atas kehidupan dan cinta, pengetahuan masa lalu, dan pemahaman diri sendiri. Semua ini akan membuat kehidupan perempuan sarat makna. Olga, sang nenek, telah melewati semua itu dan menemukan dirinya sendiri.
Kini, dapatkah ia menjembatani jurang generasi yang demikian dalam dan meraih hati cucunya, membuatnya mengerti bahwa untuk membuat hidupnya berarti, ia harus pergi kemana hatinya membawanya?
ps : yes, i did. Not a review maybe, just the poetry. Susanna Tamaro, such a brilliant author. Get to know her, then she’s giving you some direction to follow. It brings you to the deepest side of your heart.
2. The White Castle, by Orhan Pamuk (pemenang penghargaan Independen untuk Fiksi Asing)
Cerita ini berkisah tentang kehidupan seorang asal Venesia yang konon menjalani kehidupan sebagai seorang budak di Istanbul, Turki, pada sekitar abad ke-17. Karena pengetahuannya yang luas, tuannya yang segala-galanya sangat mirip dengannya berusaha dengan segala cara menggali semua pengetahuan dan sekaligus menguras semua pengalaman hidup si budak.
Tuan dan budak harus mengarang banyak cerita ajaib dan menafsirkan mimpi sultan yang mereka abdi, termasuk merancang sebuah senjata pamungkas yang hebat. Ketika senjata aneh yang dianggap pembawa sial itu gagal menaklukkan Istana Putih, kehidupan mereka pun terancam, terutama si budak kafir itu.
Pertukaran jati diri di antara keduanya, yang terjadi di sepanjang kisah, diungkapkan dengan cara yang unik dan membuat pembaca bertanya-tanya apakah menjalani kehidupan orang lain memang bisa membuat kita bahagia.