naive alibi from the cutie


Girls nite out
May 19, 2007, 10:52 pm
Filed under: sheera

my mood currently : i’m happy today !!! 

I’m happy today, you know why? I’m spending weekend, hangout with my family!!! Girls nite out actually. Last year, we both going together almost every saturday night. It was fun, we’re shopping, eating out, yeah… do girls stuff. This year? Not once we ever did it again. Until before… We did marathon movie, Paris Je T’aime & Arthur and The Minimoys at Blitz Megaplex, then went round the city. After that, we’re eating out at abuba steak. Umm, yummy…

Small stuff, but we had fun. ^^

Sebenernya gw udah membeli dvd Paris Je T’aime, back up kalo gw nggak sempet nonton di bioskop. Tapi gw seneng, akhirnya bisa nonton film ini di bioskop. Menurut gw, nonton film di bioskop akan lebih menghayati di banding dvd. Sensasi nya beda aja… Yeah, Paris Je T’aime sebuah film yg terdiri dari 20 cerita yg berbeda, dari 20 sutradara, dan 20 penulis yang berbeda pula. Tapi semuanya mempunyai satu tema, Paris dan cinta. Gw menyarankan untuk nonton film ini. Gw nggak menjanjikan film ini bagus sepenuhnya. Tapi setidaknya, ada pelajaran berharga yang kamu dapat tentang cinta. Nggak cuma cinta antara kekasih, tapi kekasih antara orang tua dan anak juga. Ada beberapa cerita yang menurut gw sederhana, tapi disajikan dengan bagus sekali. Melihat cinta dari perspektif yang berbeda. Bon appetite…



my near ‘whatever’ experience
May 19, 2007, 9:49 pm
Filed under: sheera

Okay… udah baca tentang blog gw yg life in the freakin’ city kan? yeah, ini mungkin satu tema dengan itu. Sekali lagi, merupakan pengalaman pribadi gw. Begini…

Suatu ketika, dalam keadaan lelah, gw naik taxi limo berwarna putih. Ketika seharusnya taxi itu mengambil jalan memutar balik, pengemudinya mengambil jalur yang salah. S**t!! Gw pun menunjuk untuk mengambil jalur ke kiri, tapi apa yg terjadi? Si pengemudi mengambil jalur belok ke kanan, ke arah jalan TOL!!! What a cow !!! Bla..bla..bla… untungnya, gw berhasil keluar jalur tol, dan dalam arah kembali ke jalan ramai. Di tengah perjalanan, si pengemudi melaju kencang dan berusaha menyalip kendaraan pick up. Berhasil menyalip, tapi hampir tertabrak. Si pengemudi taxi marah. Ia menahan laju mobil pick up, berjalan di depannya perlahan. Hingga… Si pengemudi taxi membuka kaca dan meludah ke pengemudi pick up. Pengemudi pick up marah. S**t!!! What’s this?!? Ketika gw menengok, mobil pick up tadi berisi 3 orang pria. Holy Damned !!! Perasaan gw nggak enak, takut ada persekongkolan. Untungnya enggak. Mobil pick up tadi berbelok. Taxi melaju menggila. What the f**k !!! Ketika mendekati area sebuah mall, taxi menabrak spion mobil lain. Duggg…. (menurut gw, si taxi salah karena melaju terlalu kencang) Taxi berhenti seketika, menghalangi laju kendaraan lain. S**t!!! Apalagi neh?!? Gw pun turun, agar tidak terlibat. Bad news, gw nggak punya uang kecil untuk membayar. Melihat ada pangkalan bajaj, gw pun menukar uang 50ribuan di sana. Mau tau apa yg terjadi? Dari sekian banyak abang di sana, semuanya bilang nggak ada. Gw tau mereka bohong. Akhirnya gw bilang “saya kasih 50rb, abang kasih saya 45rb aja!!!” Langsung buka dompet, voila… uang kecil pun ada dari kantong si abang. Dasar materialistis!!! Si abang terkekeh menjijikan. Gw pun membayar taxi, meninggalkan si pengemudi yang masih bertengkar. Dan pergi mencari taxi Blue Bird yg sudah terjamin. I’m finally home, my body was shakin’. my near death experience. Okay, that’s too hiperbola… my near ‘whatever’ experience. That’s the most tragedic this year. Thanks GOD, i’m still save.



mused for a second
May 19, 2007, 6:11 pm
Filed under: sheera

Ini gw ambil dari buletin di friendster, okay… gw cuma suka akan renungan ini. Dan gw ingin menyimpannya. That’s it…

Tuhan pernah berbisik,

Ketika aku kirimkan padamu seorang
teman, Aku tidak memberikan sesorang
yang sempurna karena engkaupun tak
sempurna. Aku mempertemukanmu dengan
teman teman yang sama dengan mu,
sehingga kalian dapat saling mengisi,
berbagi dan bertumbuh bersama.

Jika kamu memancing ikan, ketika ikan
itu terikat di mata kail, hendaklah
angkat dan jagalah ia dengan baik.
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia
begitu saja…. Karena ia akan sakit
oleh karena ketajaman mata kailmu .
Begitulah juga dalam kehidupan.
Janganlah kamu banyak memberi banyak
pengharapan kepada seseorang, bila
memang rasa itu tak pernah ada.

Ketika kamu menyukai seseorang dan ia
mulai menyayangimu, hendaklah kamu
bisa menjaga hatinya. Janganlah
sesekali kamu meninggalkannya begitu
saja. Karena ia akan terluka oleh
kenangan bersamamu dan mungkin tidak
dapat melupakan segalanya selagi dia
mengingat… ..

Jika kamu menadah air biarlah
berpada, jangan terlalu mengharap pada
takungannya dan janganlah menganggap
ia begitu teguh, tapi cukupkan
sebatas apa yang kamu perlukan.
Karena bila sekali ia retak, akan
sukar
bagimu untuk menjadikannya kembali
seperti semula. Akhirnya kamu akan
kecewa dan ia akan dibuang. Begitu
juga jika kamu memiliki seseorang,
terimalah seadanya. Janganlah kamu
terlalu mengaguminya dan janganlah
kamu menganggapnya begitu istimewa.
Anggaplah ia manusia biasa. Sehingga
apabila sekali ia melakukan kesilapan
maka akan lebih mudah bagi kamu untuk
menerima ketidak sempurnaannya dan
memaafkannya. Berbagilah kasih,
berusahalah saling menerima dan
peliharalah sifat mudah memaafkan,
dengan demikian persahabatan menjadi
lebih indah.

Jika kamu telah memiliki sepinggan
nasi yang pasti baik, putih dan sehat
untuk dirimu, mengapa kamu harus
berlengah dan mencoba mencari makanan
yang lain ? Begitu juga ketika kamu
bertemu dengan seorang yang membawa
kebaikan kepada dirimu, menyayangimu,
mengasihimu dengan tulus dan sepenuh
hati, mengapa kamu harus berlengah dan
mencoba membandingkannya dengan yang
lain?. Ingatlah, jangan pernah
mengejar kesempurnaan, karena kelak,
kamu akan kehilangan yang terbaik yang
sudah kau raih dan kamu akan menyesal.

Ya Tuhan, terima kasih bisikan
indahmu. Aku mohon ya Tuhan, ketika
aku menyukai seorang teman, tolong
ingatkanlah aku bahwa di dunia ini tak
akan pernah ada sesuatu yang abadi.
Pada masanya, segala sesuatu itu pasti
akan berakhir. Sehingga ketika
seseorang meninggalkanku, aku akan
tetap kuat dan tegar karena aku
bersama Yang Tak Pernah Berakhir,
yaitu cinta mu ya Tuhan…

Orang bijak berucap
Mencintai seseorang adalah keharusan
Dicintai seseorang adalah kebahagiaan
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta
adalah segalanya



my true colour is red!
May 17, 2007, 6:57 pm
Filed under: sheera

Hey… this is result of my true color test. Yeah, i really like red for now, and found it interesting to know what my true color is.

“Your colour is red, the colour of racy sports cars, blushing cheeks, and luscious roses. Red symbolises passion, romance, and love. So, since you’re ruled by red, you probably trust your feelings more than your brain and tend to act spontaneously. If you see something you want, you go for it without thinking twice — impulsive is your middle name. You don’t wait around for people to make decisions, either; you dive right in. Quite the romantic, you pay close attention to your emotions. In fact, if your heart isn’t in what you’re doing, you won’t be satisfied. Of course, even when you do pour all your energy into the projects you tackle, your impetuous nature means your passions can shift as frequently as the wind. That’s why some reds have trouble with commitment. Our advice? Next time you’re feeling fickle, think before you act, if possible. You might be surprised at the results. Overall, though, it’s great to be red. No one lives life more completely than you do.”



women love shoes
May 12, 2007, 6:39 pm
Filed under: sheera

Saya adalah seorang pencinta sepatu. Saya suka memakai sepatu yang bagus dan tampak indah. Saya suka memakai beragam jenis sepatu dan sandal, disesuaikan dengan kondisinya. Oleh karena itu, jangan kaget bila anda berkunjung ke rumah saya dan melihat jumlah box sepatu yang ada. Entah dimana saya melihat kata-kata yang mengatakan bahwa penting untuk memakai sepatu yang indah, karena sepatu yang indah akan membawamu ke tempat yang indah pula. Anyway, mungkin ada benarnya. Karena sepatu membalut kaki dan membawa kita bertualang kemana pun.

Persoalannya adalah, ternyata si pembuat sepatu membenci fakta bahwa wanita memiliki kaki yang indah. Ia menipu dengan membuat model yang indah dan dijual dalam etalase mewah, tetapi sepatu itu ‘mengigit’ ketika dipakai. Yah, sulit memang mencari sepatu yang sesuai. Indah tapi ‘mengigit’ atau nyaman tapi seperti gumpalan aneh? Nah, anda pilih yang mana?



mengapa mereka seperti itu ?
May 12, 2007, 5:24 pm
Filed under: sheera, the book club

Dalam kehidupan sehari-hari, saya banyak menjumpai orang saling berselisih paham. Selisih antara teman, anak dengan orang tuanya, sesama saudara, dan lainnya. Termasuk saya sendiri, saya pun pernah berselisih paham dengan orang lain. Biasanya saya kesal, menyalahkan orang lain, dan berpikir bahwa sayalah yang benar karena saya berperilaku begini, dan orang lain begitu. Tetapi lama kelamaan, setelah suasana menjadi lebih dingin, saya pun meragukan diri sendiri. Apa saya benar? Apalagi ketika saya berselisih dengan ibu, dengan sahabat ketika masa sekolah menengah, saya pun merasakan penyesalan dalam diri sendiri. Tidak peduli benar atau salah, saya mengecewakan orang yang dekat dengan saya, orang yang saya sayangi. Belakangan ini, saya mendapat sebuah pendapat bijaksana tentang perbedaan tersebut dari seorang susanna tamaro.

Anak-anak muda tidaklah egois, sama halnya orang tua tidaklah bijaksana. Usiamu tidak ada hubungannya dengan kedangkalan dirimu, ini hanyalah masalah jalan hidup yang kau ambil. Saya tidak ingat dimana, tapi belum lama ini saya membaca peribahasa orang Indian yang mengatakan “Sebelum menghakimi orang, berjalanlah selama tiga bulan dengan mengenakan sepatunya”. Dilihat dari luar, banyak kehidupan tampaknya keliru, irasional, gila. Bila kita memandang dari luar, begitu mudahnya orang menyalahpahami orang lain, hubungan-hubungan mereka. Hanya dengan melihatnya lebih dalam, hanya dengan berjalan tiga bulan dengan sepatu mereka, kita dapat memahami motivasi, perasaan, serta apa yang menggerakkan seseorang melakukan sesuatu dan bukan yang lainnya.

Mungkinkah kau akan mengenakan sandalku ?



“nggak ada noda, ya nggak belajar”
May 12, 2007, 10:49 am
Filed under: miss. C

Okay, i know… i’ve been gone for 2 days….

Yah, gw cukup sibuk 2 hari ini ketika gw diminta untuk menjadi salah satu panitia audio visual untuk pentas seni fakultas gw. Dalam waktu 2 hari tim AV diminta untuk membuat opening movie dan dapet tugas untuk dokumentasi acara. Hari pertama dipake untuk shooting, dimana gw tidak ikut berpartisipasi. Yah, saat itu gw belum tau kalo waktu yang tersedia cuma 2 hari “,) Akhirnya, setelah mendapat penjelasan dari tim yang lain, baru deh kelabakan. Di hari kedua, baru deh gw berpartisipasi dalam editing movie. Anyway, dengan berbagai macam adegan yang terjadi, akhirnya opening movie itu pun selesai pada pukul 2.30 pagi. Thanks, God nggak terjadi kesialan” seperti yang dulu-dulu ketika kami meng’edit film.

Keesokan paginya, baru deh melakukan tugas berikutnya, menyusun peralatan audio visual untuk keperluan acara.  Yeah, emang sih sebelumnya pernah dijelasin selama kuliah. Tapi kenyataannya… haha… teori memang mudah, tapi prakteknya ??? Ada aja masalah yg kayak kaset VHS nggak ada,  kabel kurang,  sama gimana caranya masang mixer, TV, recorder, kamera, dkk… supaya saling nyambung. Finally,  pengarahan ulang deh dari dosen, Pak Ruby. Yah, tertunda cukup lama dalam pelaksanaannya karena masalah teknis, tapi akhirnya selesai juga tepat sebelum acara dimulai.

Kali ini merupakan pertama kalinya gw terjun langsung dalam pemasangan alat-alat audio visual. Yah, yang tadinya tidak bisa, mau tidak mau harus berputar otak dan menggunakan logika. Dan gw berusaha se’profesional mungkin dalam melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepada gw.

Well, capek memang, tapi gw mendapat pengalaman yang lain dari biasanya. Yah, seperti kata sebuah tagline iklan sabun cuci, “nggak ada noda, ya nggak belajar”



live in freakin’ city
May 8, 2007, 3:34 pm
Filed under: sheera

Hmm… menanggapi comment” dari blog sebelumnya ’something honest’, gw setuju dengan “live in freakin’ city makes me curious or doesn’t care people i did’t know”. Sebuah contoh kasus yang baru-baru ini terjadi pada gw. Beberapa hari yang lalu, gw pergi ke sebuah pusat perbelanjaan yang sangat crowded (disebut mangga dua). Begitu pula tempat makannya, boleh dibilang suasananya bisa memicu orang untuk cepat ‘naik darah’, yah… pelayan disana memang sudah ‘naik darah’ sepertinya.  Untuk mendapat tempat duduk harus mengantri dan berdesakkan, tidak nyaman memang. Akhirnya ada 2 bangku kosong, gw dan teman gw pun segera menduduki bangku itu, bersebelahan. Orang yang di depan gw sudah mau selesai makan, maka gw pun cepat-cepat menjaga tempat duduk itu untuk teman gw yg satu lagi. Berhubung suasana yang sangat ramai, salah seorang pelayan yang menyuruh pelanggan lain untuk duduk di bangku yang hampir kosong itu. Pelanggan lain itu adalah seorang kakek dengan cucu laki-lakinya yang masih kecil. ‘ketakutan’ bahwa bangku itu akan ditempati orang lain, maka gw dan teman gw cepat-cepat menyuruh teman gw yg belum duduk itu untuk segera menempatinya. Bersamaan dengan itu, si pelayan menyuruh kakek itu lagi untuk menempati meja yang ada. Tapi kemudian, si kakek itu berkata sambil tersenyum ramah, “Tidak, bangku itu jatahnya teman kedua nona ini. Tadi mereka sudah lebih dulu mengantri.”

Plaakk… Like slap me in the face…

Gw merasa malu… disaat hati gw yang begitu egois, kakek itu menanggapinya dengan senyuman. Gw merasa malu, disaat suasana ‘memanas’ itu, justru gw ikut sebagai kayu yang tersulut api. Gw udah melupakan norma-norma yang dulu diajarkan, untuk menghormati yang lebih tua. Memberikan tempat duduk kepada yang lebih tua. Hmm… setelah gw pikir-pikir, hidup di kota Jakarta inilah yang membuat gw berubah. Sekian tahun tinggal di sini, gw terbawa arus kerasnya kehidupan di kota ini. Sudah tidak lagi menjaga tata krama yang harusnya gw jaga.



va’ dove ti porta il cuore
May 8, 2007, 1:16 pm
Filed under: sheera, the book club

pergilah ke mana hatimu membawamu

Dan kelak, disaat begitu banyak jalan

terbentang di hadapanmu

dan kau tak tahu jalan mana yang harus kau ambil

janganlah memilihnya dengan asal saja

tetapi duduklah dan

tunggulah sesaat. Tariklah napas

dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan,

seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini.

Jangan biarkan apapun mengalihkan

perhatianmu, tunggulah dan tunggulah

lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening,

dan dengarkanlah hatimu.

Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah,

dan pergilah ke mana hatimu membawamu…

- susanna tamaro -



what ‘the bible’ say :
May 7, 2007, 6:33 pm
Filed under: sheera

The Bottom Line

Your attitude about life is about to get rosier, thanks to a big dose of romance.

In Detail

Your ‘ho-hum’ attitude is about to turn into a ‘hooray!’ attitude, thanks to a big dose of romance that’s coming your way. The likeliest suspect is a certain overly friendly person who has been flattering you nonstop, but there are many potential new romantic partners in your world right now (be aware, however, that not all of them are as available as they appear to be). Unexpected invitations and mysterious acts of generosity add intrigue to your life — do you have a secret admirer?

sheera, ” err…really? you gotta be kiddin’… cause the reality, i’m available as well “